Toyota Motor Manufacturing Indonesia

25 March 2019

IKM Menuju Rantai Pasok Global

SMI Towards Global Supply Chain

Ceper, Jawa Tengah – Fokus Perhatian akan pengembangan Industri Kecil & Menengah (IKM) terus ditunjukkan oleh Kementrian Perindustrian untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing IKM dalam industri otomotif. Kali ini, Kemenperin menggandeng Institut Otomotif Indonesia (IOI) sebagai inisiator program pengembangan IKM dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai pelaku industri yang memberikan bimbingan teknis dan dukungan penuh kepada IKM. Hasil dari kerjasama erat antara pemerintah, asosiasi, dan industri ini ditampilkan dalam acara “Kick-Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif”, dimana unit IKM Koperasi Batur Jaya – Ceper sukses mengembangkan, memproduksi, dan mengirim produk cylinder sleeve yang digunakan untuk memproduksi piston ring oleh pemasok lokal tingkat 1 TMMIN yaitu PT TPR Indonesia. Acara ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih, Dirjen Industri ILMATE (Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, & Elektronika) Harjanto, Presiden IOI I Made Dana Tangkas, Ketua Koperasi Batur Jaya Badrul Munir, perusahaan pemasok serta Manajemen TMMIN.

Pengembangan IKM di Koperasi Batur Jaya (KBJ) Ceper melalui proses panjang sejak tahun 2016 dengan tanggung jawab penuh serta pengawasan dari TMMIN. Fokus pembinaan yang dilakukan oleh TMMIN meliputi 3 hal yaitu 1) Penguatan fondasi struktur industri, 2) Pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter industri, 3) Kontrol/Pengawasan Kualitas. Ketiga fokus tersebut diimplementasikan dalam bentuk pemberian pemahaman ilmu & budaya industri berupa penanaman nilai 5R (Rajin, Rawat, Rapi, Resik, Ringkas), kemampuan dasar manufaktur, kedisiplinan, keamanan proses kerja, dasar-dasar produksi, metode casting, dan pengawasan kualitas yang ketat di semua produk.  Hingga 3 tahun kemudian tepatnya di awal Januari 2019, produk IKM KBJ telah memenuhi standar kualitas dan mulai masuk sebagai rantai suplai Toyota. Sebanyak 200 cylinder sleeve per bulan produksi Koperasi Batur Jaya akan dipasok ke supplier lapis 1 TMMIN yaitu PT TPR Indonesia. Cylinder sleeve ini selanjutnya dipergunakan oleh PT TPR Indonesia sebagai alat bantu dalam memproduksi piston ring untuk TMMIN. Selain berkonsentrasi pada pendampingan terhadap KBJ, TMMIN turut mendonasikan 5 mesin produksi berupa mesin Spectrometer, Core Making, Moulding, Small NC Milling, dan Small Milling2 kepada KBJ.

“Akselerasi Koperasi Batur Jaya menjadi pemasok industri otomotif berstandar global bukan melalui perjalanan mudah. Pelatihan dan pendampingan dengan metode yang tepat, rekonstruksi ulang dengan standardisasi Toyota, dan bantuan mesin produksi, membawa koperasi Batur Jaya memenuhi persyaratan tinggi dari sisi kualitas, produktivitas, teknologi, dan kontinuitas suplai. Proses yang tidak instan dan kerja keras yang konsisten ini menunjukkan semangat pantang menyerah dari IKM otomotif di Indonesia,” ujar Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN.

Pemerintah beserta pelaku industri dan stakeholder memberikan kepercayaan penuh kepada IKM untuk meningkatkan kapabilitasnya dalam menjalin kemitraan dengan industri otomotif lain dengan SDM yang mapan, teknologi mesin dan peralatan, teknis produksi, serta ketersediaan bahan baku. Untuk membuka kesempatan tersebut, Kemenperin memfokuskan pengembangan sentra logam di Indonesia seperti Ceper, Tegal, Yogyakarta, Sukabumi, Purbalingga, Semarang, Pasuruan, Sidoarjo, Sukabumi, dan Jabodetabek. Dalam acara “Kick-Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif” ini, TMMIN juga menghibahkan alat bantu praktikum pendidikan kepada SMK 1 Batur Jaya Ceper berupa 1 unit mobil dan 1 unit engine. 

“Industri otomotif yang kompetitif membutuhkan rantai pasok yang kuat, karenanya kami ingin dapat berkontribusi nyata salah satunya melalui pengembangan IKM otomotif. SDM berkualitas menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan IKM. Untuk itu, kami juga memberi perhatian khusus pada program-program pengembangan SDM dengan mendukung sekolah-sekolah vokasi baik di Ceper maupun di tingkat nasional melalui Program Vokasi Pendidikan Kementerian Perindustrian,” ujar Bob Azam Direktur Administrasi, Korporasi, Hubungan Eksternal, & CSR TMMIN.

Melalui semangat Toyota Berbagi (Bersama Membangun Indonesia) yang terdiri dari tiga pilar yaitu pengembangan produk dan teknologi, pembangunan industri otomotif serta tanggung jawab sosial perusahaan, Toyota berkomitmen menjadi bagian dari pengembangan industri otomotif Indonesia.


RELATED NEWS