Toyota Motor Manufacturing Indonesia

29 December 2014

Respect for People: “DNA” Pengembangan Sumber Daya Manusia Toyota

Respect for People:
“DNA” Pengembangan Sumber Daya Manusia Toyota

 

Karawang – “We build people before we build products” adalah semangat yang selalu berkumandang di lingkungan Toyota, termasuk di Indonesia. Semangat ini lahir dari nilai “Respect for The People” yang merupakan salah satu pilar Toyota Way dan menjadi pedoman bagi Toyota dalam pengembangan sumber daya manusia, baik secara program maupun fasilitas. Ibarat tubuh manusia, respect for the people bisa dikatakan adalah DNA dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) Toyota yang menurut banyak kalangan sebagai salah satu yang terunggul di lingkungan industri otomotif.

“Nilai-nilai respect for the people harus tercermin pada setiap aktvitas dan menjadi dasar pengembangan sumber daya manusia di Toyota,” ungkap I Made Dana Tangkas, Direktur Corporate dan External Affairs PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepada sejumlah media yang mengunjungi fasilitas pengembangan SDM TMMIN Learning Center (TLC). Kunjungan ini merupakan bagian rangkaian kegiatan keikutsertaan Toyota dalam Indonesia Internasional Motor Show 2014.
 
TLC merupakan fasilitas terbaru yang dibangun di lahan seluas 3.700 m2 di area Pabrik 1 Karawang milik TMMIN yang terletak di  Kawasan Industri KIIC (Karawang International Industrial City) Jawa Barat. Fasilitas yang dibangun dengan investasi Rp 23 miliar tersebut adalah salah satu langkah untuk mengantisipasi kebutuhan peningkatan kualitas SDM yang semakin tinggi seiring dengan tuntutan posisi TMMIN yang kini telah menjadi salah satu basis global Toyota. 

TLC juga merupakan bentuk komitmen dan upaya Toyota dalam hal pengembangan SDM industri otomotif secara keseluruhan karena fasilitas ini juga bisa digunakan oleh pelaku industri lainnya. “Pelaku industri seperti pemasok atau supplier dan komunitas lainnya juga bisa memanfaatkan fasilitas ini,” kata I Made Dana T.

TLC memiliki fasilitas 13 fasilitas pengembangan spirit, knowledge, dan skill (atau disebut Dojo) dojo dan 4 ruang kelas. Menerapkan sistem pelatihan terbaru,  pusat training ini dilengkapi fasilitas unggulan yaitu,  simulasi dinamis yang menggunakan mini production line, Dengan fasilitas ini, peserta training dapat berlatih dan merasakan aktivitas produksi seperti berada di dalam pabrik sungguhan. Selain itu, TLC juga dilengkapi dengan robot dojo dan leader dojo. Robot dojo merupakan dojo berteknologi tinggi yang dibangun untuk menjawab kebutuhan akan penggunaan robot di TMMIN sebagai wujud transfer teknologi serta dalam rangka membantu pekerjaan manusia untuk pekerjaan-pekerjaan yang menimbulkan ketidaknyamanan dalam bekerja. Sedangkan, Dojo leader TLC merupakan dojo pertama di dunia yang memiliki tujuan utama dalam rangka percepatan pembentukan karakter pimpinan kerja di area produksi. Saat ini, TLC memiliki 266 trainer/pengajar yang telah memegang sertifikasi Toyota Global dan Regional. 

Melalui TLC ini, proses tranfer teknologi dan keahlian di lingkungan Toyota akan semakin meningkat. Sebagai industri yang menerapkan teknologi tinggi, pelaku industri otomotif seperti Toyoya dituntut untuk menempatkan proses tranfer teknologi sebagai perhatian utama.

“Sejak awal di Indonesia, kami selalu mengedepankan transfer teknologi seperti pengiriman karyawan ke pusat pelatihan di Jepang seperti mereka yang ikut dalam mendisain munculnya Toyota Kijang pada tahun 1970-an. Kini dengan adanya TLC ini, proses tranfer teknologi diharapkan bisa lebih cepat dan semakin meluas,” kata Bob Azam, Direktur Administrasi TMMIN.

Bob Azam menambahkan, Toyota juga berencana untuk mendirikan Toyota Technical School melengkapi fasilitas pengembangan SDM yang telah ada. Sekolah ini akan menitikberatkan pada beberapa aspek dasar yaitu pengetahuan mengenai budaya Toyota, skill/keahlian dalam hal produksi, serta body-mind yang menanamkan inisiatif, kedisiplinan, motivasi, kerja sama dan rasa memiliki untuk mendukung aktivitas produksi Toyota.

 

Dua Program Unggulan

Selain membangun fasilitas pelatihan, pengembangan SDM di lingkungan Toyota juga dilakukan melalui dua program unggulan diantaranya idea suggestion dan gugus kendali mutu atau Quality Control Circle (QCC). Keduanya merupakan implementasi dari falsafah Toyota Way yaitu “Continuous Improvement” dan “Respect for People”. Idea suggestion dan QCC menjadi wadah penyampaian inspirasi yang bersifat bottom up. Keduanya dirancang untuk memberi kesempatan yang sama kepada setiap karyawan Toyota untuk menyampaikan ide mereka tentang perbaikan di berbagai aspek pekerjaan.

“Dengan idea suggestion dan QCC perusahaan mengakomodasi partisipasi karyawan dalam membangun hubungan industrial yang saling menghargai dan saling percaya, memelihara kerjasama tim, untuk bersama-sama mencapai tujuan perusahaan.  Program ini menempatkan karyawan sebagai pemegang kunci perbaikan kualitas produk ataupun jasa, tidak selalu bersifat top-down,” tutur I Made Dana T.

QCC merupakan program global Toyota yang sudah diimplementasikan sejak 1964 di lingkungan Toyota Motor Corporation (TMC). Memasuki tahun implelmentasi ke-50, berbagai pengembangan dalam program QCC ini telah menempatkan Toyota sebagai salah satu produsen omotif terbesar di dunia. Di Indonesia sendiri, QCC mulai terapkan sejak 1989 atau sudah berlangsung sekitar 25 tahun. Berdasarkan data yang ada, pelaksanaan QCC signifikan dalam upaya mengasah keahlian, ketrampilan serta sifat kritis karyawan Toyota Indonesia dalam menghadapi suatu permasalahan.

Untuk meningkatkan partisipasi karyawan dalam mengimplementasikan QCC ini, tiap tahunnya miliaran rupiah dialokasikan untuk insentif bagi mereka. “Tahun 2013 lalu, perusahaan mengalokasikan sekitar Rp 6 miliar yang diberikan sebagai apresiasi kepada karyawan dengan ide terbaik, pelatihan, ekshibisi serta konvensi tingkat nasional maupun internasional. QCC di Toyota Indonesia telah menghasilkan lebih dari 990 group tema perbaikan pertahun, dan kurang lebih 15 ribu ide individu perbaikan setiap bulannya”, ungkap Bob Azam.

Melalui ajang kompetisi, Toyota Indonesia secara berkala juga memberikan pembekalan serta kesempatan bagi para karyawan untuk mengikuti ajang kontes keahlian baik di tingkat nasional maupun internasional. Tahun 2013 lalu, karyawan Toyota Indonesia mampu meraih medali perak World Skill Contest di Jerman, dan beberapa bulan lalu berhasil menduduki peringkat tiga besar di ajang Asia-Pasific Skill Contest antar sesama afiliasi Toyota yang berlangsung di Thailand. “Inti dari berbagai aktivitas pengembangan sumber daya manusia kami adalah bagaimana meningkatkan kapabilitas teknisi dan engineer dengan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman mereka”, tutup Bob.

Toyota sesuai dengan prinsip pendirinya berkomitmen untuk terus-menerus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat melalui peningkatkan aktivitas produksi, ekspor, distribusi dan layanan pelanggan di Indonesia. Selain TMMIN dengan  TLC-nya, komitmen tersebut juga diwujudkan oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) dengan menghadirkan Toyota Trainning Center (TTC).

“Pendirian TTC juga dilandasi oleh semangat Kaizen atau continous improvement dan upaya untuk memberikan layanan terbaik sehingga pelanggan Toyota dapat merasakan The Best Total Ownership Experience,” kata GM Corporate Planning and Public Relation PT TAM, Widyawati Soedigdo.

Konsep TTC mulai dikembangkan TAM sejak 2007 melalui studi yang komprehensif dari masing-masing fungsi training yang ada di Toyota. Konsep tersebut meliputi jenis training yang akan diselenggarakan, perhitungan jumlah peserta training, hari training, ruang kelas, fasilitas, alat dan kelengkapan, instruktur yang dibutuhkan, serta alternatif lokasi yang paling memungkinkan.

TTC resmi terbentuk pada Mei 2012, yang merupakan proses merger fungsi training dari tiga divisi, yaitu Sales Division, Technical Service Division, serta MPCR Division. Selain Frontline Training Program, program Dealership People Development yang dimiliki TTC adalah Management Training Program, dan Technical Training Program.

Sepanjang 2013 lalu, TTC telah mengembangkan beberapa program dalam menyiapkan dan mengembangkan SDM Toyota, antara lain Salesperson Resources Kaizen, Program Pengembangan Sekolah T-TEP (Toyota Technical Education Program) untuk SMK Otomotif, Program Transfer Basic Training ke Main Dealer untuk memperluas kesempatan Training, serta Program Training New Model Launching atau Improvement Model.

“Kami berharap, di masa depan TTC dapat mendukung  upaya pengembangan SDM khusus dalam mengantisipasi pertumbuhan market, bisnis aftersales dan perluasan network melalui perluasan program training secara kuantitas dan kualitas agar senantiasa dapat memberikan layanan terbaik bagi pelanggan Toyota di seluruh Indonesia,” tutur Widyawati.

Gedung TTC yang berdiri di atas lahan seluas 2,25 ha di Cibitung Bekasi Jawa Barat memiliki luas 12,9 ha. Pembangunannya dimulai pada Juli 2012 dan secara resmi dibuka oleh perwakilan Toyota Motor Co., pada 3 Juni 2013.

 

TMMIN Learning Center
A. Informasi Umum

 Groundbreaking      24 Oktober  2011
 Luas      3,700 m2
 Peresmian      10 Mei 2012
 Kapasitas      360 orang/bulan/shift
 Area Praktikum      13 Dojo (termasuk 5 fasilitas simulasi dinamis)
 Ruang Kelas       4 kelas

 

B. Fasilitas Training

No  Dojo    

Area

Skill
1      Press (Pengepresan)     120 m2     Surface Treatment, Grinding
2      Welding (Pengelasan)      230 m2      Welding Process, Measurement 
3      Painting (Pengecatan)      300 m2      Sealer, Painting Process
4      Assembling (Perakitan)      460 m2      Assembly, Fitting, Dynamic Simulation
5      Inspection (Pengecekan)      140 m2      Measurement, Vehicle Inspection, Engine Inspection
6      Logistic (Logistik)      390 m2      Part Handling, Part Supply
7      Maintenance (Pemeliharaan/ Perawatan)   200 m2      Preventive Equipment, Electric & Hydraulic Maintenance
8      Safety (Keselamatan)      392 m2      Safety Awareness, Ergonomic
9.       Leader Dojo (Akselerasi kemampuan dan  skill  leader)      210 m2      Ensuring Preparation, Implementation of Standardized Work, Routine Maintenance, Response to Abnormality,  Abnormality Management, & Communication Skill
10.   Robot Dojo (Pemeliharaan Robot)      240 m2   Basic, Intermediate, and Advanced Maintenancec Robotic Skill

 

Untuk infromasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Willy/Nia/Ika/Ueno
Corporate Public Relations
PT Toyota Motor Mfg. Indonesia

Telp: (021) 651-5551 ext. 2727
Fax : (021) 652-1587
Email:
willy.keraf@toyota.co.id
ratna.kurniasari@toyota.co.id
ika.kristi@toyota.co.id
taro.ueno@toyota.co.id

Dimas Aska/Dwi/Suci/Dimas BP
Corporate Planning & Public Relation
PT. Toyota-Astra Motor

Telp: (021) 651-5551 ext. 2266
Fax: (021) 651-5231
Email:
dimas.aska@toyota.astra.co.id;
dwi.astuti@toyota.astra.co.id;
suci.rahmadhany@toyota.astra.co.id;
dimas.bayu@toyota.astra.co.id