Toyota Motor Manufacturing Indonesia

26 March 2014

Pertama di Indonesia: Toyota Ekspor Sedan Dalam Volume Masif

Pertama di Indonesia: Toyota Ekspor Sedan Dalam Volume Masif
- Vios diekspor ke ASEAN dan Timur Tengah-


Karawang, 26 Maret 2014 – PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengumumkan ekspor sedan perdana dalam volume masif dari Toyota dan juga Indonesia pada sebuah selebrasi yang berlokasi di Pabrik Toyota Karawang II. Vios mulai diekspor ke Brunei Darussalam dan Singapura sejak Desember 2013 dan diikuti dengan ekspor ke Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Yordania, Lebanon, dan Yaman. Rencananya sekitar 1.000 unit Vios akan diekspor perbulannya ditahap awal sebelum secara bertahap meningkat ke angka 3.000 unit perbulan. 

Hadir dalam acara tersebut Menteri Perindustrian Republik Indonesia, MS. Hidayat, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yoshinori Katori, sepuluh (10) Duta Besar Negara-Negara Timur Tengah, Managing Officer Toyota Motor Corporation Jepang, Hiroyuki Fukui, Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Johnny Darmawan, dan Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing, Masahiro Nonami.

Dalam acara, Nonami menyampaikan, “Hari ini merupakan salah satu hari yang sangat bersejarah, sepanjang perjalanan kami selama lebih dari 40 tahun beroperasi di Indonesia. Ekspansi ekspor Toyota hari ini merupakan wujud kerja keras dan tekad yang kuat dari 7.600 karyawan kami. Kami sangat bangga atas pencapaian ini.” 

Ekspor Vios ini akan berkontribusi positif pada neraca perdagangan Toyota Indonesia; ungkap Nonami, “Ekspansi ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan total volume ekspor tahunan Toyota Indonesia. Saya sangat senang menyampaikan bahwa ekspansi ini juga sekaligus menunjukan keberlanjutan komitmen Toyota untuk selalu meningkatkan aktivitas ekspor seiring dengan semangat kami untuk tumbuh dan berkembang bersama bangsa Indonesia melalui pengembangan industri otomotif dan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.”

Peningkatan aktivitas ekspor ini semakin mengukuhkan posisi Toyota Indonesia sebagai basis produksi dan suplai kendaraan multiguna dan sedan secara global. Managing Officer Toyota Motor Corporation Hiroyuki Fukui menyampaikan “Toyota menempatkan Indonesia sebagai  basis produksi dan suplai yang sangat penting. Toyota Indonesia telah terbukti kualitas dan kredibilitasnya sebagai basis produksi dan suplai kendaraan multiguna seperti Kijang Innova dan Fortuner”.

Toyota Indonesia memulai produksi Vios di Pabrik Karawang II pada akhir tahun 2013 lalu.  Proyek lokalisasi ini merupakan salah satu realisasi investasi yang diumumkan Presiden Toyota Motor Corporation Jepang, Akio Toyoda bersama dengan lima perusahaan Toyota Grup lainnya pada tahun 2012. Pabrik Karawang II menelan investasi sebesar 3,3 triliun rupiah dengan kapasitas produksi 120.000 unit per tahun. Pabrik Karawang II juga memproduksi Etios Valco, Limo dan akan memulai produksi Yaris di awal bulan April mendatang. Fasilitas produksi Toyota lainnya yaitu Pabrik Karawang I memproduksi Kijang Innova dan Fortuner dengan kapasitas produksi sebesar 130,000 unit per tahun. Secara total, pabrik-pabrik Toyota Indonesia memiliki kapasitas produksi sebesar 250,000 unit per tahun.

“Perkembangan operasi bisnis Toyota Indonesia bukan hanya hasil dari kerja keras seluruh karyawannya. Situasi sosial dan ekonomi yang stabil juga sangat mendukung ekspansi ini. Untuk itu kami sangat berterimakasih kepada pemerintah lokal maupun pusat yang terus mendukung pengembangan industri otomotif di Indonesia”, ungkap Fukui.”

Investasi baru Toyota di Indonesia selama dua tahun terakhir ini meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Di Toyota sendiri terjadi peningkatan jumlah karyawan dari sekitar 6.000 orang di tahun 2011 menjadi lebih dari 7.600 orang orang di tahun 2014. Secara total, jumlah tenaga kerja yang terlibat di rantai bisnis Toyota (supplier lapis 1-3 dan dealer) mencatatkan angka lebih dari 120.000 orang. Diharapkan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah massif dapat memberikan efek domino bagi sektor informal lainnya sehingga secara tidak langsung memberikan kontribusi positif bagi peningkatan ekonomi mikro.


Sejarah Panjang Ekspor Toyota Indonesia
Toyota secara resmi memulai operasinya di Indonesia sebagai perusahaan importir dan agen tunggal mobil bermerek Toyota di tahun 1971. Tidak lama berselang, tahun 1973 tepatnya, bersamaan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk mempercepat proses industrialisasi sebagai upaya untuk meningkatkan ketersediaan lapangan kerja dan transfer teknologi, Toyota mengoperasikan pabrik perakitan mobil di bawah naungan PT. Multi Astra. Di pabrik ini, model-model seperti Corolla, Corona, dan Land Cruiser dirakit untuk pasar domestik. Di tahun 1977, Toyota Indonesia mulai memproduksi Kijang, model kendaraan niaga dan serbaguna yang kemudian menjadi tulang punggung produksi dan penjualan Toyota di Indonesia. Kegiatan produksi Kijang juga mencerminkan upaya-upaya Toyota Indonesia untuk mengembangkan dan memperkuat kegiatan produksi baik proses maupun fasilitas.

Ekspor perdana Toyota Indonesia dilakukan tahun 1987 dengan mengirimkan Kijang Generasi ke-3 (Kijang Super) ke Papua Nugini dan beberapa negara di kepulauan Pasifik seperti Fiji dengan volume sekitar 50 unit per bulan. Volume ekspor ini tidak berubah hingga dimulainya proyek IMV dan U-IMV. 

Di tahun 2004, Toyota Indonesia memulai ekspor dengan jumlah yang besar model Avanza di bulan Mei dilanjutkan dengan model Kijang Innova di bulan November dengan volume awal masing-masing sebesar 8.400 unit dan 7.000 unit per tahun. Seiring dengan berjalannya waktu, aktvitas ekspor Toyota semakin berkembang baik untuk volume dan negara tujuannya. Di tahun 2013, Kijang Innova, Fortuner, Avanza, Rush, Lite Ace telah diekspor ke lebih dari 70 negara di kawasan Asia, Pasifik, Afrika, Amerika Latin dan Timur Tengah. Sementara itu, volume ekspor tahunan meningkat tajam dari sebanyak 580 unit menjadi lebih dari 118.000 unit per tahun. Hal ini sekaligus menjadikan merek Toyota sebagai penyumbang volume ekspor terbesar di Indonesia dengan persentase 70% dari total ekspor kendaraan.

Sejak aktivitas ekspor perdananya di tahun 1987 hingga tahun 2013, Toyota telah mengirimkan lebih dari 560.000 unit kendaraan utuh ke mancanegara dengan total nilai sebesar lebih dari USD 11 milyar.

Kapabilitas Toyota Indonesia dalam menjalankan aktivitas ekspor telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah Indonesia dengan dianugerahkannya penghargaan Primaniyarta kategori Eksportir Berkinerja di tahun 2008, 2010, 2011 dan 2013. Primaniyarta merupakan penghargaan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang ditujukan untuk mendorong peningkatan aktivitas ekspor perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Perjalanan panjang aktivitas ekspor Toyota menunjukan bahwa produk kendaraan buatan Indonesia mampu mendapatkan pengakuan dari pasar internasional. Ekspor Vios menandai semangat Toyota Indonesia untuk memasuki tahap terkini dari keberadaan selama lebih dari 40 tahun di Indonesia, dimulai sebagai importir, lalu produsen, kemudian eksportir. Ekspor ini juga akan meningkatkan tantangan serta kesempatan bagi Toyota Indonesia untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas produk yang prima demi mencapa “senyum pelanggan” baik di Indonesia maupun di dunia.

 

Risalah PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia
 

 Lokasi   

 North Jakarta, Indonesia
 Didirikan     April 1971 (founded as PT. Toyota-Astra Motor)
 Presiden Direktur     Masahiro Nonami
 Pemegang Saham     Toyota Motor Corporation (95%), PT. Astra International (5%)
 Jumlah Karyawan     7,680 (as of January 2014)

 

Risalah Fasilitas Produksi PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia
 

 Fasilitas Produksi     Pabrik  1  Karawang     Pabrik 2 Karawang     Pabrik Mesin Karawang     Pabrik 1 Sunter     Pabrik 2 Sunter
 Lokasi     Karawang, Indonesia     Jakarta Utara, Indonesia
 Mulai beroperasi     1998     2013      Awal tahun 2016     1973     1977
 Produk     Kijang Innova;  Fortuner     Etios Valco; Vios; Limo;  Yaris (April’13)     Mesin aluminium untuk kendaraan  penumpang     Mesin TR     Stamping parts/dies;  iron casting
 Kapasitas Produksi  per tahun      130,000 units      120,000 units      216,000 units      Mesin: 195,000 units    
 Iron castings: 12,000 units

 

Sejarah Ekspor Toyota Indonesia
 

Start of exports     Vehicle and destination
 Agustus 1987     Kijang (minivan) ke Brunei Darussalam
 Mei 2004     Avanza (small minivan) ke Thailand (ekspor ke Afrika dan Amerika Latin dimulai pada Desember 2006)
 November 2004     Kijang Innova (minivan) ke Thailand (ekspor ke negara Timur Tengah dimulai Juli 2005)
 Desember 2006     Fortuner (sport-utility vehicle) ke Negara Timur Tengah
 Desember 2007     Rush (small sport-utility vehicle) ke Malaysia
 Februari 2008     Town/Lite Ace (van) ke Japan
 Januari 2014     Agya (hatchback) ke Filipina
 Maret 2014     Vios (sedan) ke Negara Timur Tengah (ke Brunai Darusalam dan Singapura sejak Desember 2013)

 

1 “Innovative International Multi-purpose Vehicle”; seri kendaraan yang terdiri dari “Hilux” (three pickup trucks),  “Kijang Innova” (MPV), dan “Fortuner” (SUV) 
2“Under-Innovative International Multi-purpose Vehicle”; di bawah proyek ini Astra Daihatsu Motor memproduksi “Toyota Avanza” dan “Daihatsu Xenia” dengan kerangka kerjasama dengan Toyota.

 

 

 


RELATED NEWS