Toyota Motor Manufacturing Indonesia

18 December 2014

Komitmen Toyota Indonesia Ciptakan SDM Hadapi MEA

Sarasehan Nasional 2014 YTA  “Meningkatkan Kemampuan Rekayasa Anak Bangsa”

Komitmen Toyota Indonesia Ciptakan SDM Hadapi MEA


Surabaya – Hari ini Yayasan Toyota & Astra (YTA) bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyelenggarakan sarasehan nasional bertema “Meningkatkan Kemampuan Rekayasa Anak Bangsa” bertempat di kampus ITS – Surabaya. Pada kesempatan yang sama, juga diserahkan secara simbolis beasiswa kepada perwakilan mahasiswa ITS dan donasi 1 unit mobil Toyota Fortuner kepada Fakultas Teknik ITS.

Sarasehan yang diisi dengan pembicara ahli seperti Direktur Jenderal Kerjasama Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana, Mantan Menteri Pendidikan Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA., Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Dr. Ir. A. Hermanto Dardak, M.Sc., IPU., Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Dr. Ninok Leksono, dan Direktur Korporat dan Hubungan Eksternal PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Ir. I Made Dana Tangkas, diharapkan dapat memperkuat diskusi mengenai kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam menghadapi integrasi regional.

“Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2015 nanti akan membuka pasar Indonesia kepada negara-negara tetangga. Tidak hanya produk Indonesia yang harus kompetitif, kemampuan SDM lokal pun harus tinggi agar tidak kalah bersaing dengn SDM negara lain baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. SDM yang handal kemudian akan mendukung Indonesia untuk tampil sebagai negara produsen yang diperhitungkan di dunia, dan tidak lagi hanya dikenal sebagai pasar terbesar,” ujar Made Dana. 

Made Dana mengakui, pada dunia industri saat ini tidak terkecuali di sektor otomotif terjadi  gap yang besar antara jumlah dan kualitas para lulusan universitas dengan kebutuhan akan tenaga-tenaga yang trampil dan kompeten, terutama di bidang engineering. Situasi ini sangat tidak menguntungkan bagi Indonesia, karena dengan diberlakukannya MEA pada 2015, potensi masuknya SDM dari negara lain akan membesar. 

Menurut data PII, sampai 2013 lalu jumlah insinyur di Indonesia baru mencapai sekitar 700.000 orang masih jauh di bawah angka kebutuhan sebesar 1,5 juta orang. Dari jumlah yang ada itu,yang benar-benar professional dan bergiat dalam dunia engineering hanya sekitar 9.500 orang. “Jadi kita benar-benar harus all out untuk meningkatkan jumlah maupun kualitas di bidang engineering ini,” kata Made.

Berbagai langkah telah dilakukan Toyota Indonesia, baik PT TMMIN maupun PT Toyota Astra Motor (TAM) melalui Yayasan Toyota & Astra, untuk mendukung pembangunan SDM Indonesia seperti penyaluran bea siswa, peningkatan peralatan praktek mulai untuk sekolah keterampilan sampai perguruan tinggi. YTA tidak hanya menyalurkan bea siswa tapi juga untuk memberikan bantuan alat pratek seperti mesin-mesin mobil dengan teknologi terbaru kepada sejumlah sekolah keterampilan dan perguruan tinggi agar siswa atau mahasiswa dapat lebih memahami berbagai aspek teknologi dalam produk industri otomotif. 

“Sarasehan dan pemberian beasiswa oleh YTA kali ini diselenggarakan sebagai rangkaian dari peringatan 40 Tahun YTA yang selama eksistensinya telah melaksanakan berbagai aktivitas CSR yang berkaitan dengan dunia pendidikan melalui pemberian beasiswa, bantuan penelitian, maupun donasi sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Widyawati, Executive General Manager TAM.

Untuk tahun ajaran ini sebanyak 25 mahasiswa ITS akan menerima beasiswa YTA dengan total nilai finansial sebesar Rp 180 juta.

Hingga akhir 2013 lalu, terdapat lebih dari 70.000 siswa SD/SMP/SMA serta lebih dari 17.000 mahasiswa (terutama jurusan teknik) yang telah menerima beasiswa YTA. Para penerima beasiswa YTA itu tersebar di 98 universitas dan lebih dari 500 SD/SMP/SMA/SMK di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu. YTA juga telah menyumbangkan lebih dari 60.000 buku Otomotif; lebih dari 2.000 wallcharts; serta lebih dari 300 engine assy sebagai alat peraga di SMK rumpun otomotif.

Dengan demikian, hingga akhir 2013, secara akumulatif  YTA telah memberikan bantuan beasiswa lebih dari Rp 60 miliar. Jumlah itu di luar nilai alat peraga yang disumbangkan.

“Kedepannya YTA akan terus melanjutkan aktivitas-aktivitas yang telah berjalan selama ini sebagai bagian dari komitmen YTA dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia,” ujar Widyawati.

Sementara itu donasi 1 unit mobil Toyota Fortuner merupakan bagian dari rangkaian donasi kendaraan utuh kepada Universitas dan Sekolah Menengah Kejuruan guna mendukung kegiatan praktikum teknik yang diawali dengan penyerahan kepada Universitas Indonesia pada bulan September lalu. Upaya ini merupakan salah satu wujud komitmen Toyota Indonesia untuk mendukung  peningkatan  kualitas sumber daya manusia  Indonesia, khususnya dalam menyiapkan  para  insinyur lokal yang handal.

“Kami berupaya untuk bisa membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan memperkenalkan teknologi di dunia otomotif sebagai salah satu industri yang akan langsung terkena dampak penerapan MEA. Penyerahan bantuan ini merupakan wujud dari komitmen  Toyota Indonesia  untuk terus mendukung membangun sumber daya manusia Indonesia yang terampil, kompeten, dan kompetitif yang akan mendukung kesuksesan bangsa di era integrasi regional dan globalisasi,” ungkap Bob Azam, Direktur Administrasi TMMIN.

Total nilai ekonomis dari rangkaian donasi kendaraan utuh ini adalah sekitar Rp 3,6 milyar rupiah. Sebelumnya, Toyota Indonesia telah mendonasikan kendaraan utuh dan komponen kendaraan kepada lebih dari 60 Sekolah Menengah Kejuruan Teknik di seluruh Indonesia. 

Selain donasi berupa kendaraan utuh dan komponen kendaraan, Toyota Indonesia juga telah mendonasikan perangkat laboratorium “Lean Production Manufacturing” yang menerapkan sistem produksi Toyota kepada Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Laboratorium ini digunakan oleh para mahasiswa Fakultas Teknik untuk mempelajari cara merancang fasilitas manufaktur.

Selain melalui kegiatan YTA dan donasi alat bantu pendidikan, Toyota Indonesia melengkapi aktivitas dukungan pendidikan melalui program Toyota Technical Education Program (T-TEP) yang mendukung link & match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri melalui bantuan penyerasan kurikulum, alat peraga, dan pelatihan untuk guru serta murid Sekolah Menengah Kejuruan otomotif.

“Melalui program T-TEP, merupakan suatu kebanggaan bagi Toyota karena mendapat kesempatan menjembatani institusi pendidikan dan industri otomotif serta memberikan dan berbagi teknologi terkini kepada institusi pendidikan sehingga mampu terus terdepan dalam penguasaan teknologi,” tutur Widyawati.

 Toyota sesuai dengan prinsip pendirinya berkomitmen untuk terus-menerus tumbuh bersama masyarakat melalui pengembangan  produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, peningkatkan aktivitas produksi, ekspor, distribusi, dan layanan pelanggan seiring dengan semangat untuk memberi sumbangsih secara nyata dalam pengembangan industri otomotif nasional sesuai dengan semangat Toyota Berbagi (Toyota, Bersama Membangun Indonesia).

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Dimas Aska/Dwi/Suci/Dimas BP    
Media Relation
Corporate Planning & Public Relation

PT. Toyota-Astra Motor
Telp: (021) 651-5551 ext. 2266
Fax: (021) 651-5231
Email:
dimas.aska@toyota.astra.co.id;
dwi.astuti@toyota.astra.co.id;
suci.rahmadhany@toyota.astra.co.id;
dimas.bayu@toyota.astra.co.id

Willy/Nia/Ika/Ueno
Corporate Public Relations
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia

Telp: (021) 651-5551 ext. 2727
Fax: (021) 652-1587
Email:    
willy.keraf@toyota.co.id
ratna.kurniasari@toyota.co.id
ika.kristi@toyota.co.id
taro.ueno@toyota.co.id